Pidato Ilmiah, Dalam Rangka Wisuda UM Semester Gasal 2011/2012

Posted by Andi Binor 0 komentar
Adsense Content. recommended 336 X 300
Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semua

Yth.   Rektor selaku Ketua Senat Universitas Negeri Malang,
Yth.   Segenap Anggota Senat Universitas Negeri Malang,
Yth.   Segenap Pejabat Struktural, baik karier maupun akademik,
Yth.   Para Dosen dan Karyawan,
Yth.   Segenap Fungsionaris Organisasi Kemahasiswaan,
Yth.   Para Wisudawan yang kami banggakan, dan
Yth.   Para Wisudawan beserta Orang Tua & Keluarga

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena karuniaNya-lah pada hari ini kita bersama-sama dapat menghadiri acara Wisuda Lulusan Semester Gasal 2011/2012 Universitas Negeri Malang. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Negeri Malang yang telah mem­berikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan Orasi Ilmiah pada forum terhormat ini. Sebagai salah satu alumni Universitas Negeri Malang, saya merasa sangat terhormat dan bangga bisa ikut menghadiri acara wisuda ini dan bisa berbagi pengalaman kepada adik-adik para wisudawan-wisudawati.
Semoga pengalaman saya dalam mencapai dan menjalani karir setelah selesai kuliah di Universitas Negeri Malang ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi adik-adik wisudawan-wisudawati dalam meraih cita-cita.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Hampir 36 tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni tahun 1976, saya dinyatakan lulus sebagai Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang (ketika itu bernama IKIP Malang). Berbekal ilmu yang saya peroleh di Universitas Negeri Malang saya dihadapkan pada beberapa pilihan: apakah akan tetap tinggal dan bekerja di Malang atau merantau mencari pengalaman dan tantangan baru di luar Jawa. Akhirnya, saya putuskan kalau mau menjadi orang yang berhasil, saya harus berani merantau dan belajar hidup mandiri. Akhirnya, saya terima tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan minyak asing di Balikpapan dengan harapan saya bisa mendapatkan pengalaman dan wawasan baru.
Dua bulan setelah wisuda, saya berangkat ke Balikpapan untuk mulai bekerja di Unocal Indonesia Company, perusahaan minyak dan gas bumi Amerika yang beroperasi di Kalimantan Timur. Saya diterima sebagai Senior Language Instructor dan tugas utama saya adalah mengajar bahasa Inggris untuk pegawai UNOCAL yang bekerja di lapangan maupun di kantor. Saya berangkat dengan penuh semangat dan harapan untuk merealisasikan mimpi-mimpi dan cita-cita yang selalu saya dambakan.
Tahun-tahun pertama bekerja di UNOCAL, saya mengalami banyak sekali cobaan dan tantangan yang harus dihadapi dan banyak hal yang harus dipelajari. Disamping tugas utama sebagai pengajar bahasa Inggris, saya juga berusaha keras untuk mempelajari kegiatan operasi perusahaan, budaya perusahaan serta organisasi perusahaan.
Dengan kemauan untuk belajar yang tinggi, saya banyak mendapatkan penge­tahuan dan mendapat banyak teman dari berbagai fungsi baik dari operasi maupun kegiatan penunjang, baik pekerja nasional maupun pekerja asing (ekspatriat). Pengetahuan ini memberikan cakrawala baru bagi saya untuk tidak hanya puas dengan sekedar mengajar Bahasa Inggris di bagian Training Department, namun saya juga punya kesempatan untuk bisa meningkatkan karir di perusahaan lebih tinggi lagi. Untuk itu, saya harus terus belajar dan gunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya.
Dengan kemauan belajar yang kuat serta kerja keras dan sungguh-sungguh, pada bulan Januari 1978 saya berhasil dipromosikan untuk menduduki posisi Senior Supervisor Personalia atau Human Resources untuk East Kalimantan Operations. Sejak itu, tahap demi tahap tugas dan tangung jawab saya semakin lama semakin banyak dan semakin berkembang.
Pada tahun 1982, saya berhasil menduduki posisi Superintendent Human Resources and Industrial Relations. Tanggung jawab saya semakin luas dan sering mendapat tugas mewakili management diberbagai kegiatan di luar perusahaan. Pada tahun 1986, 10 tahun sejak saya masuk perusahaan UNOCAL Indonesia Company, saya berhasil meraih posisi Manager Human Resources untuk East Kali­mantan Operations, salah satu posisi non-technical tertinggi yang bisa dicapai di Unocal Indonesia di kantor Balikpapan.
Saya bersyukur pada tahun 1990-1991, saya mendapat kesempatan dikirim Perusahaan untuk belajar di University of Pittsburgh, USA untuk memperdalam bidang Management dan Human Resources. Selanjutnya saya juga mendapat kesem­patan magang di kantor pusat UNOCAL di Los Angeles, California. Kesempatan ini saya pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mempelajari barbagai kegiatan operasi perusahaan dan juga berkenalan dengan pimpinan perusahaan di kantor pusat.
Pada tahun 1995 saya dipercaya perusahaan untuk menduduki posisi Vice President Human Resources UNOCAL Indonesia Company untuk Oil & Gas Ope­rations di Jakarta dan Kalimantan Timur serta untuk Unocal Geothermal Indonesia yang beroperasi di Gunung Salak.
Pada tahun 2005 Unocal Corporation di USA (dan juga Caltex) dibeli atau diambil-alih oleh Chevron, termasuk kegiatan operasinya di Indonesia. Unocal Indonesia dan Caltex Pacific Indonesia digabung dan namanya menjadi Chevron Indonesia Company dan Chevron Pacific Indonesia. Dengan penggabungan itu, saya diberi jabatan sebagai Consultant HR Planning & Strategic Staffing yang bertu­gas menangani proses harmonisasi dari segi Human Resources dan organisasi akibat pengabungan Unocal Indonesia dan Caltex hingga saya berhenti karena usia pensiun pada akhir 2006.
Pada tahun 2005 hingga 2006 itu, saya juga sering mendapat tugas untuk mengajar dan memberikan sharing tentang kegiatan perusahaan di bidang Human Resources, salah satunya ke Pertamina. Dari jalinan nerworking saya di Pertamina, setelah pensiun dari Chevron saya mendapat tawaran untuk bekerja di Pertamina pusat sebagai Staf Ahli Direktur Umum & Sumber Daya Manusia hingga akhir tahun 2009.
Setelah tiga tahun bertugas di Kantor Pusat Pertamina, mulai tahun 2010 saya bekerja part timer di Pertamina Learning Center sebagai salah satu Pembimbing Program Pengembangan Eksekutif Pertamina (PPEP). PPEP ini setingkat SUSPI yang merupakan program pengembangan calon-calon Pimpinan Pertamina.
Disamping bekerja di Pertamina Learning Center, saya juga berkarya di PT. Adidaya Solusi, sebuah perusahaan konsultan di bidang Organization Development dan Training dan juga bekerja sebagai independent consultant di bidang Management dan Human Resources di beberapa perusahaan.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Kisah di atas adalah pengalaman karir saya sebagai seorang professional di perusahaan. Proses pencapaiannya tidak selalu mulus dan lancar serta melalui proses kompetisi yang ketat. Untuk itu dibutuhkan motivasi, kemauan yang kuat dan semangat untuk selalu menjadi yang terbaik.
Dalam mengenang perjalanan karir saya, banyak pelajaran yang saya dapatkan pada saat awal masuk kuliah di IKIP Malang. Karena keterbatasan biaya, setelah lulus SMA pada tahun 1969, saya tidak bisa langsung melanjutkan kuliah. Ekonomi keluarga tidak stabil dan usaha ayah saya banyak mengalami kegagalan. Saya harus ikut membantu mencari nafkah dengan bekerja di percetakan kecil milik ayah.
Namun karena keinginan untuk terus kuliah sangat kuat, disamping bekerja saya manfaatkan waktu luang di sore dan malam hari untuk ikut kursus mengetik di tetangga dekat rumah dan juga kursus Bahasa Inggris di tempat orang tua teman yang kebetulan guru bahasa Inggris di salah satu SMA.
Man jadda wajada ... siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dengan modal kemampuan mengetik 10 jari, saya berani menerima orderan pengetikan dengan sistem bagi hasil dengan tetangga karena saya tidak memiliki mesin tik sendiri. Dengan tekun dan sungguh-sungguh, siang malam selama hampir enam bulan, alhamdullilah, saya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1.200,-. Pada awal tahun 1971, saya beranikan diri mendaftar ke IKIP Malang yang waktu itu uang masuk dan uang kuliah satu semesternya Rp 1.500.-. Kekurangan dana saya pinjam kakak yang kebetulan punya tabungan dari hasil menerima jahitan.
Hari pertama saya masuk kuliah, saya senang, bangga dan sedih. Saya bangga dengan status saya sebagai mahasiswa di IKIP Malang. Namun nampak bayangan gelap, apakah saya akan mampu menyelesaikan kuliah dengan biaya yang harus saya tanggung sendiri? Namun, saya tetap punya keyakinan bahwa dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan kekuatan doa, Tuhan pasti akan memberikan jalan.
Dengan tertatih-tatih dan dengan segala macam permasalahan yang harus saya hadapi, sambil kuliah saya tetap bekerja menerima pengetikan skripsi. Pekerjaan saya mulai meningkat dengan menerima pekerjaan stensilan. Dari hasil usaha ini saya bisa survive menyelesaikan tahun pertama kuliah. Kondisi ini memacu saya untuk tetap bersemangat dan berusaha belajar dengan sebaik-baiknya.
Untunglah, pada pada saat menginjak di tingkat dua dan tingkat tiga, ekonomi saya sudah mulai membaik. Saya sudah bisa memberikan les Bahasa Inggris dengan modal hasil dari Intensive English Course dan pelajaran lain yang saya terima dari IKIP Malang.
Akhir 1973, saya lulus Sarjana Muda dan mendaftar ke tingkat doktoral yang waktu itu disebut ELTTP (English Language Teachers Training Program) selama 2.5 tahun. Alhamdullillah, saya diterima di ELTTP dan yang lebih menggembira­kan lagi, saya berhasil mendapat beasiswa dari Ford Foundation dengan bebas membayar uang kuliah selama 2.5 tahun dan mendapat uang saku serta uang buku setiap bulan.
Hadirin sekalian yang berbahagia!
Dari pengalaman hidup selama ini, saya punya keyakinan bahwa dengan cita-cita yang kuat kita akan termotivasi untuk bisa terus berjuang, berusaha dan maju menembus segala macam rintangan yang kita hadapi serta kemampuan dalam mengupayakan pencapaian cita-cita tersebut. Kita harus bisa mem-visualisasi-kan hasil akhir atau tujuan yang kita cita-citakan. "Begin with the end in mind" demikian­lah kata Stephen R. Covey dalam bukunya "The Seven Habits of Highly Effective People".
Dengan belajar sambil bekerja dan bekerja sambil belajar (continues learning) kita akan bisa memperkaya kompetensi dan menajamkan kepekaan kita terhadap lingkungan dimana kita berada. Kuasai sepenuhnya bidang yang kita kerjakan, baik garis besarnya maupun detailnya dan terus tingkatkan kompetensi sehingga kita selalu siap untuk bisa memikul tanggung jawab lebih besar atau bisa mengalahkan pesaing kita dalam mendapatkan peluang yang ada.
Kita harus selalu berpikir positif, selalu bersemangat dan tetap optimis serta realistis dalam menghadapi cobaan dan tantangan. Kalau kita berpikir "bisa" dan "akan berhasil", maka kita akan bisa dan berhasil, you are what you think!!
Disamping berpikir positif, kita harus selalu menjaga kredibilitas, bisa dipercaya dan bisa selalu menjaga mutu terbaik hasil kerja kita. Setiap hasil kerja harus dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga apa yang kita kerja­kan bisa memuaskan pelanggan. Dengan kredibilitas yang tinggi, kita akan selalu dicari dan dibutuhkan oleh pelanggan kita.
Selain itu, kita harus menjaga disiplin dan ethos kerja yang tinggi, bekerja dan melayani dengan sepenuh hati. Kita bekerja tidaklah semata-mata untuk mendapatkan pamrih atau imbalan. Kalau kita bekerja dengan baik, penghargaan atau imbalan akan datang dengan sendirinya: That's in giving we receive. Kita harus yakin bahwa di dalam kita memberi, kita akan menerima.

Hadirin yang berbahagia!
Kondisi dunia kerja saat ini sudah barang tentu berbeda dengan masa-masa awal saya dahulu bekerja. Pada saat ini, jumlah pencari kerja semakin banyak dan jumlah lowongan kerja semakin terbatas sehingga kompetisi menjadi semakin ketat. Perusahaan semakin punya banyak pilihan sehingga kandidat dengan keunggulan kompetensi paling tinggi yang akan terpilih dan mereka yang kompetensinya pas-pasan bisa tersingkir dari arena.
Namun kita tidak boleh putus asa. Apabila kita kesulitan dalam mencari peker­jaan, kita harus berani merubah sikap mental dan paradigma kita dari pencari kerja menjadi pengusaha atau pemberi kerja. Kita harus bisa menciptakan lapangan kerja dengan menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur). Menjadi wirausahawan adalah patriot-patriot bangsa karena turut serta memecahkan masalah nasional dalam bidang ketenagakerjaan.
Gunakanlah sarana-sarana yang tersedia. Teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat. Era ekonomi industri telah beralih ke era ekonomi informasi, bahkan telah berkembang menjadi ekonomi kreatif. Kita harus bisa memanfaatkan keunggulan-keunggulan teknologi itu untuk memperoleh informasi dan peluang (opportunity). Peluang harus kita cari. Kita harus mau menjemput bola. Dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang lebih baik, modal kita akan menjadi lebih besar dan value kita akan terus bertambah.

Hadirin sekalian yang berbahagia, adik-adik wisudawan dan wisudawati yang kami cintai,
Demikianlah sharing pengalaman yang bisa kami berikan dan semoga ber­manfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT selalu memberkahi setiap usaha yang kita lakukan. Amin.

Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Malang, 10 Maret 2012
Konsultan/Advaisett SDM PT. Pertamina,

ttd

Bambang Mudjiono
Adsense Content. bottom of article